KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Rabu 15 April 2009 00:00:00
by MelindaCare, via Artikel Lain-lain

      Talents Spectrum merupakan sebuah brand untuk finger prints analysis yang digunakan untuk mengetahui potensi seorang anak sejak dini. Tehnik ini merupakan pengembangan dari ilmu dermatoglyphics yaitu ilmu yang membahas pembentukan pola sidik jari. Tehnik finger prints analysis ini merupakan kombinasi dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu antropologi, kedokteran, forensik, ilmu saraf, dan psikologi modern serta IT.

      Lalu, bagaimana sidik jari seseorang dapat menggambarkan kemampuan dan potensinya? Salah satu struktur genetis yang relatif bersifat menetap dan dapat diamati adalah sidik jari dan retina mata manusia. Penelitian mengenai fungsi otak, sistem syaraf dan struktur belahan otak kanan dan kiri, yang memiliki banyak korelasinya dengan pola pembentukan sidik jari seseorang yang sudah terbentuk semenjak janin dalam kandungan usia 13 minggu. Selain itu, berdasarkan penemuan Howard Garner seorang ahli medis dan pendidikan dari Harvard University, beliau menemukan 8 kemampuan otak yang yang berkaitan dengan spesifikasi struktur kecerdasan dan bakat seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain. Perbedaan ini terjadi antara lain karena manifestasi genetik yang bersifat spesifik pada proses perkembangan susunan syaraf pusat, yang salah satunya bisa dideteksi melalui garis-garis sidik jari yang memiliki informasi genetik untuk menentukan struktur otak mana yang dominan. Dominasi otak merupakan salah satu keunikan otak manusia. Upaya mengenali dominasi otak dapat menjadi salah satu cara mengenal diri. Karena hal itu juga mencerminkan gaya berpikir (style of thinking) yang berbeda akan sejalan dengan kebutuhan gaya belajar (style of learning) yang unik.

      Tehnik finger prints analysis ini pertama kali muncul sekitar 200 tahun yang lalu dan mulai dikembangkan dengan tujuan yang berbeda oleh banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda pula. Kemudian tehnik ini masuk ke negara Taiwan sekitar tahun 2004 dan mulai diterapkan oleh Dr. Mary Lai ,Phd, pendiri MME (Mind Measurement Education) untuk keperluan pendidikan dan terbukti banyak menghasilkan kemajuan di kalangan anak didiknya. Di Indonesia sendiri, tehnik finger prints analysis ini mulai masuk pada akhir 2007 yang dibawa oleh perusahaan-perusahaan IT dari Singapura dan Taiwan yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan konsultan dan pendidikan di Indonesia dan diaplikasikan dalam bentuk produk IT. Aplikasi tehnik ini di Indonesia ditujukan untuk pendidikan anak-anak.

      Tujuan tehnik finger prints analysis ini bukanlah untuk memperbaiki keadaan seseorang, melainkan untuk memprediksi dan mengetahui potensi dalam diri seseorang sejak dini sehingga dapat diarahkan seefektif dan seefisien mungkin. Dengan tehnik ini, kita dapat mengetahui dan memprediksi potensi dan bakat seorang anak yang dapat dilihat dari bagaimana dia mengolah informasi dan bertindak, motivasi, kepribadian, gaya belajar, gaya bekerja, minat dan bakat, dan bahkan tingkat ketahanan terhadap stress. Meski demikian, walau sudah diketahui potensi, minat, dan bakat seorang anak sejak dini, orang tua dan lingkungan sekitarnya harus ikut berperan aktif dalam memberikan rangsangan terhadap si anak. Selain anak-anak, orang dewasa pun dapat mengetahui potensinya melalui tehnik ini. Meski demikian, hasil analisis terhadap orang dewasa akan lebih bervariasi hasilnya jika dibandingkan dengan hasil analisis pada anak-anak. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal seperti lingkungan sosial, pekerjaan, pergaulan, keluarga, dan sebagainya.

      Tehnik finger prints analysis ini menggunakan alat yang disebut fingerprint scanner biometric system. Untuk memindai sidik jari digunakan scanner khusus sidik jari dan untuk sistem aplikasinya menggunakan software penunjang untuk mengolah image dan data yang diperoleh. Cara kerjanya, kesepuluh jari dari dua tangan di pindai melalui scanner finger print dan di save dalam format gambar. Setelah itu para analyst akan melakukan ekstraksi gambar dan penentuan titik-titik dan garis dalam gambar tersebut diidentifikasi dan diklasifikasikan, kemudian dilakukan penghitungan intensitas pattern area-nya. Lalu data yang dihasilkan dimasukkan kedalam software generator untuk menghasilkan sebuah assessment report. Setelah jadi assessment report, maka hasil analisa ini akan diperiksa ulang oleh tim psikolog dan dokter.

      Dari segi akurasi, tehnik finger prints analysis ini memiliki keakuratan di atas 90% karena data yang digunakan sangat valid dan stabil yakni sidik jari. Sama halnya jika melihat dari sisi pengolahan data, akurasinya juga tinggi karena yang digunakan adalah sistem penghitungan dan kuantifisir data. Karena datanya adalah sidik jari, dan struktur sidik jari utamanya adalah garis-garis, maka akan menghasilkan data kuantitatif karena dapat nyata dihitung secara transparan.

      Tehnik ini pun dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana potensi serta pengenalan diri sendiri, bahkan mampu mengidentifikasi kelainan yang ada serta dapat mengarahkan tujuan untuk mengembangkan pribadi. Anda tinggal datang saja ke tempat untuk proses scanning sidik jarinya –membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Diukur derajat telapak tangannya, dan setelah data di save, dikirim ke bagian analis untuk dilakukan analisa melalui ekstraksi, identifikasi, penghitungan, input data ke generator software dan printing. Memerlukan waktu sekitar 3-7 hari untuk proses ini, baru kemudian di cross check oleh tim psikolog dan kedokteran.

Komentar Artikel Talents Spectrum: Kenali Potensi Melalui Sidik Jari
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI