KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Jumat 25 Juni 2021 09:01:24
by MelindaCare, via Artikel Pendidikan

Dr. dr. Yoyos Dias Ismiarto, Sp.OT(K), M.Kes, CCD 

Apa itu Clubfoot? Penyakit Clubfoot atau Congenital Talipes Equinovarus merupakan penyakit kongenital berupa kelainan bentuk kaki pada bayi. Istilah talipes berasal dari bahasa Latin “talus” yang berarti pergelangan dan “pes” yang berarti kaki. Sementara itu, istilah equinovarus berasal dari kata “equino” yang berarti seperti kuda dan “varus” yang berarti bengkok ke arah dalam. Kaki pada bayi dengan Clubfoot membengkok ke arah dalam dan tumit terangkat ke atas, sehingga bayi akan berjalan dan menapakkan kaki dengan bagian pergelangan kakinya.

Apa penyebab Clubfoot? Clubfoot umumnya berupa idiopatik namun dapat dihubungkan dengan kondisi lain pada sekitar 20% kasus. Kondisi-kondisi yang paling sering dihubungkan dengan Clubfoot adalah spina bifida (4,4% pada anak dengan Clubfoot), palsi serebral (1,9%), dan artrogriposis (0,9%).

Insidensi Clubfoot Berdasarkan jenis kelamin Clubfoot lebih sering dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan dan pada 50% kejadian merupakan kasus yang terjadi bilateral. Insidensi Clubfoot ialah 1,2% per 1000 kelahiran hidup per tahunnya. Terdapat keterlibatan genetik pada penderita Clubfoot, yaitu jika salah satu orang tua memiliki Clubfoot maka risiko untuk memiliki keturunan yang memiliki Clubfoot ialah 3-4%, dan jika kedua orang tua memiliki Clubfoot maka risiko pada keturunan selanjutnya meningkat sebesar 30%. Jika satu anak memiliki Clubfoot, maka risiko terjadinya Clubfoot pada keturunan selanjutnya meningkat sampai 20 kali.

Tatalaksana Metode Ponseti merupakan pilihan yang digunakan untuk bayi dengan Clubfoot pada banyak senter di seluruh dunia karena metode ini merupakan terapi non invasif. Clubfoot yang diterapi dengan metode Ponseti memiliki keluaran mobilitas dan fungsional yang baik. Metode terapi ini diutamakan pada bayi sampai usia 2 tahun koreksi masih dapat dicapai dengan modifikasi minor menggunakan teknik terapi ini. Walaupun koreksi komplit tidak tercapai namun setidaknya dapat membantu dalam mengurangi luas area operasi kelak dan menurunkan komplikasi infeksi atau luka sesudah operasi. Setelah selesai serial cast, dibutuhkan follow-up dengan pemeriksaan radiologik kaki untuk melihat hasil koreksi. Jika koreksi telah dicapai, maka dilakukan pemasangan tipe ortosis abduksi Dennis-Brown. Namun, jika pada follow-up belum terlihat perubahan bermakna, maka perlu dilakukan tenotomi tendon Achilles pada usia 6 sampai 12 bulan setelah lahir.

Ayo selalu periksakan anak anda ataupun diri anda di RS Melinda 2 , untuk kualitas kesehatan yang lebih baik. Salam sehat

Komentar Artikel Clubfoot (Kaki Pengkor) Pada Anak
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI