KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 18 Desember 2017 15:27:37
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Mengatasi Anak Tantrum, Ini Triknya!

Mengatasi anak tantrum memang tidak mudah! Namun ada triknya loh. Pernahkah Anda melihat di tempat umum, entah itu mall atau area publik lainnya, kejadian anak yang masih balita guling-guling di lantai karena bersikeras agar ibunya mengikuti kemauannya?

Lalu terlihat sang ibu mencoba membujuk tapi si anak bertingkah terus merengek, lama-lama sang ibu kehilangan kesabaran dan memaksanya agar diam.

Tapi alih-alih diam, si anak malah makin mengeraskan rengekannya agar didengar semua orang. Si ibu terlihat mulai naik pitam dan mulai mencubit keras-keras. Si anak makin meronta dan keluarlah sumpah serapah memaki-maki ibunya. Lalu sang ibu mulai memukulnya keras dan menyeretnya agar tidak terlihat orang ramai.

Apa yang terbersit pada pikiran Anda saat itu? Ingin menasihati si ibu agar lemah lembut pada anaknya? Atau sekedar ngomel dalam hati tanpa bisa memberikan bantuan apapun. Atau mungkin Anda sebagai orangtua pernah berada dalam posisi sang ibu yang frutasi ketika anak sulit sekali diatur.

Ilustrasi kejadian di atas menggambarkan situasi power struggle atau adu kuat yaitu perasaan memiliki kuasa antara orangtua yang merasa perlu menunjukkan kekuatannya untuk tidak memanjakan anak. Di sisi lain, pada masa pra-sekolah, anak belajar mengenai perasaan dan keinginan yang berbeda dengan orang dewasa. Artinya, ketika orangtua meningkatkan respon emosinya secara negatif, orangtua telah sengaja menunjukkan bahwa ia lebih berkuasa. Di sisi lain, anak juga terdorong semakin merasa perlu untuk melakukan adu kuat menguji kesabaran orangtuanya.

Ilustrasi di atas juga menggambarkan adu kuat yang dilakukan orangtua dilakukan dengan cara penegakan disiplin yang sifatnya corporal punishment dari orangtua kepada anak.  Corporal punishment adalah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tertentu pada orang lain atas nama pendisiplinan anak dengan menggunakan hukuman fisik, meskipun sebenarnya hukuman fisik tersebut tidak diperlukan. Biasanya pelakunya adalah seseorang atau sejumlah orang terdekat seperti orangtua atau guru yang memiliki kewenangan, dan kewajiban untuk melindungi anak. Di kemudian hari saat anak sudah menjadi orangtua, anak (yang sudah menjadi orangtua baru) akan kembali mengulang pola kekerasan fisik yang sama pada anaknya karena  hukuman dengan kekerasan fisik tidak bisa membuat hati nurani anak menjadi lebih peka.

-Ifa H. Misbach, MA, Psikolog-

Melinda Psychology Development Center (MPDC)

RSU Melinda 2

Jl. Dr. Cipto No. 1 Bandung

 

Komentar Artikel Mengatasi Anak Tantrum, Ini Triknya!
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI