KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Jumat 15 Desember 2017 13:39:59
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Jenis kekerasan pada anak menurut Psychology Today (2002) Child Abuse tidak hanya meliputi kekerasan, tetapi juga penelantaran diri pada anak (neglect) oleh orangtua. Seorang anak yang mengalami penelantaran mempunyai ciri-ciri tertentu, salah satunya penampilan fisik tidak terawat.

Sugiarno (2002) memberikan definisi kekerasan pada anak (Child Abuse) sebagai tindakan salah atau sewenang-wenang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak, baik secara fisik, emosi maupun seksual. Sedangkan State of Oregon Department (2003) menyatakan bahwa Child Abuse adalah kekerasan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak yang dapat meliputi kekerasan fisik, emosi atau verbal, seksual dan penelantaran.

Jenis-jenis Child Abuse :

1.            Physical Abuse atau kekerasan fisik  adalah perbuatan yang menghasilkan luka / trauma yang tidak terjadi oleh karena kecelakaan. Kondisi ini dapat terjadi sebagai akibat hukuman fisik. Penganiayaan fisik tersering dilakukan oleh pengasuh atau keluarga dan dapat pula oleh orang asing bagi si anak. Manifestasi yang biasanya ditemukan meliputi memar, luka bakar, patah tulang, truma kepala, dan cedera pada perut.

2.            Kekerasan seksual (Sexual Abuse) adalah penganiayaan seksual, terdapat hubungan ketergantungan pada kegiatan seksual antara pelaku terhadap anak yang perkembangannya belum matang dan belum menyadari betul, sehingga anak tidak dapat menyetujui. Tindakan ini meliputi incest, perkosaan, dan pedofilia, yang meliputi tindakan meraba-raba (fondling), kontak oral genital, bersetubuh atau penetrasi, eksibisionisme, voyeurism, eksploitasi atau prostitusi, dan produksi pornografi yang menggunakan anak.

3.            Kekerasan psikis atau emosi, yaitu  perilaku yang menimbulkan trauma psikologis pada anak (menghina, merendahkan, mengancam, dan sebagainya). Sebagian besar kasus kekerasan psikis atau emosi menyertai kejadian tindak kekerasan fisik atau kekerasan seksual pada anak.

4.            Pengabaian Anak atau  Child Neglect adalah bentuk tindakan kurang memperhatikan yang parah atau diulang-ulang terhadap kebutuhan mendasar anak, sehingga membahayakan atau mengganggu kesehatan atau perkembangan anak. Pengabaian dapat berupa :

-  Fisik (misal, ketidakmampuan menyediakan pangan, sandang atau perlindungan yang dibutuhkan, ketidakmampuan mencegah terjadinya luka atau penderitaan fisik, kurang memberikan pengawasan yang layak, atau ditinggal tanpa pengawasan)

-  Medis (misal, ketidakmampuan memberikan perawatan medis atau perawatan kesehatan mental yang diperlukan)

-  Pendidikan (misal, ketidakmampuan menyediakan pendidikan atau mengabaikan kebutuhan pendidikan akibat dari kecacatan anak)

-  Emosional (misal, mengabaikan kebutuhan emosi anak atau gagal menyediakan perhatian psikologis)

Secara garis besar terdapat tiga jenis Child Abuse, yaitu kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kekerasan emosional.  Tindak kekerasan pada anak merupakan suatu kejadian yang sulit ditangani, karena berbagai faktor memberikan kontribusi terhadap terjadinya kejadian tersebut. Faktor - faktor risiko baik dari orangtua, lingkungan atau faktor budaya setempat, dan faktor anak secara bersamaan atau sendiri - sendiri merupakan faktor risiko untuk terjadinya tindak kekerasan pada anak.

Selain itu Child Abuse dapat memberikan dampak jangka pendek maupun jangka panjang bagi anak dan orangtua. Masalah kekerasan pada anak (Child Abuse) makin sering terjadi, terutama di Negara berkembang.

Semoga informasi seputar jenis kekerasan pada anak ini bisa membukakan mata kita dan menjadikan kita orangtua yang lebih baik lagi.

 

Dr. Awang Dody Ibnu Irwanda

(RS Melinda 2)

Komentar Artikel Jenis Kekerasan Pada Anak
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI