KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Kamis 26 Oktober 2017 15:12:11
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Pemeriksaan kanker payudara bisa dilakukan sendiri dengan gerakan SADARI. Namun bagi Anda yang ingin memeriksakan ke dokter pasti memiliki rasa penasaran, akan seperti apa nantinya?

Berikut ini beberapa cara yang akan Anda lalui saat menjalani pemeriksaan kanker payudara:

Pemeriksaan Payudara Klinis

Pemeriksaan ini sama gerakannya seperti gerakan SADARI. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan ketika Anda belum merasa percaya diri untuk melakukan gerakan SADARI. Pemeriksaan bisa dilakukan oleh dokter, perawat ataupun asisten dokter.

Pemeriksaan payudara akan dilihat dari segi bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan lainnya. Perawat juga akan melakukan palpasi atau pijatan pada payudara dengan gerakan melingkar menggunakan tiga jari (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis).

Pemeriksaan ini menjadi tes skrining yang baik. Namun bagi perempuan berusia 40 tahun ke atas, dianjurkan untuk menjalani mammogram selain melakukan pemeriksaan payudara klinis.

Tes Laboratorium

Tes laboratorium meliputi tes darah dan jaringan yang bertujuan untuk mengetahui resiko genetik, diagnosis, pilihan pengobatan, sampai memantau kondisi medis pasien pasca perawatan.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau ovarium, maka bisa menjalani tes breast cancer gene 1 (BRCA 1) atau breast cancer gene 2 (BRCA 2) Gene Mutation Test. Gen BRCA merupakan pemicu tumor dan jika gen ini ditemukan, maka resiko terkena kanker payudara akan meningkat hingga 80%. Namun kurag dari 10% kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang memiliki mutasi BRCA.

Biopsi

Tes ini akan mengambil sebagian kecil jaringan untuk diteliti lebih lanjut di bawah mikroskop dan tidak akan terasa sakit. Biopsi perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keganasan kanker dan juga menentukan pengobatan kanker yang tepat.

Prognosis dan Monitoring Test

Untuk menilai kondisi pasien kanker ada beberapa cara, mulai dari tes Oncotype DX dan MammaPrint. Kedua tes tersebut bisa mengukur hingga 90 gen tumor dan bisa digunakan pada pasien tertentu. Tujuannya untuk menentukan resiko kekambuhan, resiko kanker metastatik, dan kegunaan kemoterapo tertentu ataupun terapi hormon.

Ada juga tes DNA ploidy dan tes Ki-67 antigen yang dapat mengukur laju pertumbuhan sel tumor. Semakin cepat tumor tumbuh maka akan semakin buruk prognosisnya. Terakhir, ada tes CA15-3 dan CA27.29 yang dilakukan untuk mengukur kadar antigen kanker yang bereaksi.

Pemeriksaan kanker payudara sangat penting untuk dilakukan. Anda bisa mulai dengan melakukan pemeriksaan sendiri melalui gerakan SADARI. Jika menemukan ada sesuatu yang tidak normal maka bisa langsung memeriksakan ke dokter spesialis bedah. 

Komentar Artikel Pemeriksaan Kanker Payudara Akan Seperti Apa?
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI