KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Jumat 12 September 2014 11:33:53
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Penyakit pada uretra, salah satunya adalah striktur uretra, waspada jika Anda alami nyeri saat buang air kecil. Itu merupakan gejala awal penyakit striktur uretra. Apa itu uretra? Uretra adalah bagian penting dari saluran kemih, berupa tabung atau saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih.

Kondisi Normal

Saat buang air kecil, kandung kemih mengosongkan urin melalui uretra dan keluar dari tubuh. Bersama-sama, uretra prostat dan uretra membran membentuk bagian yang disebut uretra posterior/proksimal. Bulbar uretra, uretra penis dan meatus membentuk bagian yang disebut uretra anterior/distal.

Apakah Striktur Uretra Itu?

Striktur uretra adalah penyempitan saluran yang terjadi pada bagian uretra. Striktur uretra lebih sering terjadi pada laki-laki karena uretra laki-laki lebih panjang daripada uretra perempuan.

Kondisi berikut dapat menyebabkan striktur uretra:

1. Infeksi

Infeksi gonore pada uretra dahulu menjadi penyebab paling umum dari striktur uretra. Infeksi saluran kemih yang sering terjadi seperti sistitis bakteri tidak menyebabkan striktur.

Infeksi prostat, seperti prostatitis akut, prostatitis kronis, atau prostatitis non bakterial, atau infeksi pada epididimis, seperti epididimitis akut atau kronis epididimitis, mungkin bertanggung jawab pada terjadinya striktur.

2. Trauma eksternal

Trauma dari luar seperti cedera straddle (jatuh posisi mengangkang). Patah tulang panggul juga dapat menyebabkan striktur uretra.

3. Operasi bedah terbuka atau endoskopi

Prosedur bedah apapun yang melibatkan uretra dapat mengakibatkan striktur.

 

Apa Saja Gejala Striktur Uretra?

1. Nyeri saat buang air kecil

2. Aliran urin melemah

3. Output urin menurun

4. Pancaran urin yang menyebar atau bercabang dua

5. Adanya darah dalam urin

6. Discharge uretra

7. Infeksi saluran kemih pada pria

8. Infertilitas

 

Bagaimana striktur uretra didiagnosis?

Evaluasi pasien dengan penyakit striktur uretra meliputi pemeriksaan fisik, pencitraan uretra (sinar-X atau USG) dan kadang-kadang urethroscopy.

 

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Tekanan yang lebih besar diperlukan oleh otot kandung kemih untuk melewatkan urin melalui daerah striktur. Sisa urin ini kemungkinan besar menjadi terinfeksi. Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi kandung kemih, prostat, dan ginjal.

 

Apa pengobatan untuk striktur uretra?

Yang disarankan oleh dokter spesialis Anda akan tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi dan panjang striktur Anda, dan juga usia dan keadaan umum Anda. Pilihan terapi meliputi:

1. Dilation (Pelebaran) dari striktur

2. Urethrotomy

3. Stent uretra

4. Rekonstruksi bedah terbuka uretra

5. Prosedur anastomosis

6. Prosedur substitusi

 

Apa yang bisa terjadi jika striktur tidak diobati?

Penyakit pada uretra, striktur uretra jika tidak bisa diobati, pasien harus terus mentolerir masalah buang air kecil. Infeksi saluran kemih dan / atau testis dan batu dapat berkembang. Juga, ada risiko bahwa retensi urin dapat terjadi yang dapat menyebabkan kandung kemih membesar dan juga menyebabkan masalah ginjal. Perlu Anda ketahui, striktur uretra tidak ada risiko menulari orang lain.

 

Oleh : Dr. Ricky Adriansjah, SpU (Bandung Urology Centre)

Komentar Artikel Penyakit Pada Uretra: Striktur Uretra, Waspada Nyeri Saat Buang Air Kecil!
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI