KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Rabu 28 Agustus 2019 10:02:04
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Demam berdarah sepertinya telah menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi di negara-negara tropis, salah satunya adalah Indonesia. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Penyakit ini biasanya terjadi pada musim penghujan, yang sebentar lagi sepertinya akan kembali melanda Indonesia, dimana nyamuk-nyamuk memerlukan air yang tenang untuk bereproduksi. Demam Berdarah sendiri disebabkan oleh flavivirus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Pada tahap awal, serangan penyakit demam berdarah cukup sulit untuk dibedakan secara klinis dari penyakit-penyakit lain yang memiliki gejala yang serupa. Pada orang dewasa, virus demam berdarah yang masuk melalui gigitan nyamuk memiliki masa inkubasi 2-14 hari, tapi biasanya inkubasi tersebut berlangsung lebih cepat, yaitu 4-8 hari.

Setelah itu gejala-gejala seperti meriang, sakit kepala, sakit punggung, lemah, rasa sakit di belakang mata, wajah yang pucat, nyeri pada sendi dan otot serta kelesuan akan mulai terlihat. Temperatur tubuh pun akan meningkat drastis sampai 40°C dan denyut jantung pun menjadi lebih lambat. Ruam-ruam atau kemerahan akan terlihat pada 24 jam pertama demam ini.

Pada hari ke-2 sampai ke-6, penderita demam berdarah akan merasa mual-mual bahkan hingga muntah. Penderita juga mungkin akan mengalami kulit yang hipersensitif, pembengkakan pada kelenjar getah bening, pembengkakan pada telapak tangan, perubahan indera perasa sehingga menimbulkan hilangnya selera makan, mudah gugup dan depresi.

Dalam jangka waktu 2 sampai 4 hari, biasanya penderita akan merasa kesehatannya telah pulih dengan turunnya temperatur tubuh. Namun kemudian temperatur kembali naik dan ruam seperti campak akan muncul pada beberapa bagian tubuh. Ruam ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 1-5 hari, kemudian kulit pada area yang terkena ruam akan kembali normal seiring berakhirnya infeksi virus tersebut.

Mimisan dan bintik merah pada kulit dapat terjadi pada setiap fase demam berdarah, namun kemunculannya bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin dan jenis virusnya. Pada wanita yang sedang mengalami menstruasi, mungkin akan mengalami pendarahan hebat jika mereka menderita demam berdarah.

Pada anak-anak, gejala dan tanda-tanda demam berdarah kurang lebih sama seperti pada orang dewasa. Seperti gejala demam, tenggorokan yang memerah, hidung yang berlendir, batuk dan infeksi pernapasan atas. Yang pasti, orang tua harus lebih waspada terhadap gejala-gejala demam berdarah pada anak karena penyakit ini dapat berakibat fatal bahkan sampai menimbulkan kematian. Waspadalah.

Komentar Artikel Waspada Demam Berdarah
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI