KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Rabu 19 Juni 2019 12:39:59
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

 

Momen lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu, terutama oleh umat Islam di seluruh dunia. Bila di artikel sebelumnya telah dibahas mengenai Efek Negatif Mudik Lebaran pada Anak, ternyata bagi Anda yang tidak mudik lebaran pun bisa mengalami efek-efek negatif juga. Padatnya aktivitas saat lebaran mulai dari sholat Ied, merayakan lebaran bersama keluarga yang dilanjutkan dengan mengunjungi sanak saudara dan teman-teman, tentunya akan menguras energi Anda. Di saat mengalami kelelahan dan menurunnya daya tahan tubuh tersebut, virus dan bakteri penyebab penyakit akan lebih mudah memasuki tubuh Anda. Berikut ini adalah efek-efek negatif yang dapat terjadi pasca lebaran:

  1. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

Saat lebaran tentunya Anda akan melakukan banyak kontak dengan orang lain seperti berjabat tangan atau berpelukan. Anda juga tidak bisa memastikan apakah orang yang kontak dengan Anda tangannya bersih dari kuman atau tidak, karena mungkin saja tangannya mengandung kuman yang sangat berpotensi menjadi media penularan ISPA.

 Untuk mencegah hal tersebut, tidak ada salahnya bila Anda mengenakan masker saat bertemu dengan orang banyak, terutama bila tubuh Anda sedang tidak fit. Karena dengan daya tahan tubuh yang sedang kurang baik, kuman akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh Anda. Selain itu, Anda juga sebaiknya membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun sesudah melakukan kontak dengan orang lain agar diri Anda juga tidak menjadi media penularan ISPA bagi orang lain.

  1. Diare

Saat mengunjungi rumah sanak saudara atau teman saat lebaran, pastilah tuan rumah akan menawari Anda untuk menyantap hidangan yang telah disediakan. Umumnya kita akan merasa tidak enak bila menolak dan akan menerima tawaran dari tuan rumah tersebut. Namun karena disediakan oleh tuan rumah, tentunya Anda tidak bisa menentukan makanan yang mereka dimasak. Umumnya, makanan lebaran yang disajikan akan ‘seragam’ seperti opor, rendang, gulai, sambal, acar, maupun makanan-makanan lain yang rata-rata bersantan dan berbumbu cenderung pedas.

Makanan-makanan jenis itu berpotensi memicu terjadinya diare dengan gejala-gejala seperti mulas, mual, perut kembung bahkan dapat menyebabkan muntah. Yang terjadi selanjutnya adalah Anda akan mengalami buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan bentuk feses yang cair dan cendereung tidak berampas. Jika hal tersebut terjadi, Anda sebaiknya segera mengkonsumsi cairan oralit atau air putih yang banyak. Selain itu, hindari makanan-makanan berbumbu yang dapat memicu diare dan jika diperlukan bisa meminum obat diare yang dijual bebas. Namun bila diare tidak kunjung membaik, ada baiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

  1. Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah. Hal ini merupakan masalah kesehatan yang tidak bisa diabaikan dan tidak boleh dianggap remeh. Seusai lebaran, Anda yang banyak menyantap makanan-makanan lebaran yang bersantan dan berminyak seperti rendang, opor atau gulai berpotensi mengalami hiperkolesterolemia karena makanan-makanan tersebut memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Hiperkolesterolemia tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada umumnya, seseorang tidak menyadari kadar kolesterol dalam tubuhnya tinggi sampai muncul komplikasi seperti serangan jantung atau stroke. Namun, ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan seseorang mengalami hiperkolesterolemia antara lain jantung sering berdebar, sering kesemutan, sering mengalami pusing atau sakit kepala, otot mudah lelah, nyeri sendi, mual dan muntah serta sesak napas.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa tanda dan gejala hiperkolesterolemia tersebut, maka disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar dilakukan diagnosis untuk memastikan kejadian hiperkolesterolemia secara medis. Selain itu, kurangi konsumsi makanan-makanan berlemak dan memperbanyak konsumsi buah-buahan serta sayuran.

  1. Hiperglikemia

Hiperglikemia adalah istilah medis untuk keadaan di mana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari nilai normal. Sebagai informasi, kadar gula biasanya sedikit meningkat dari nilai normal sesaat sesudah makan, tapi keadaan ini tidak dianggap hiperglikemia. Namun saat lebaran, Asupan makanan dan minuman yang berkadar gula tinggi tanpa terkontrol dapat menjadi penyebab terjadinya hiperglikemia.

Hiperglikemia tidak menimbulkan gejala yang signifikan, namun begitu gejalanya dapat dikenali dari hal-hal berikut seperti sering buang air kecil, cepat haus, cepat lapar, pandangan tidak fokus (kabur), merasa lelah, sakit kepala, juga sulit berpikir dan berkonsentrasi. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas seusai lebaran, cobalah untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi minuman dan makanan berkadar gula tinggi, melakukan olah raga dengan teratur, stop merokok dan minum alkohol, juga mengelola stres agar kadar gula darah kembali normal.

  1. Sakit Maag

Konsumsi makanan yang tidak teratur saat lebaran dapat menjadi salah satu penyebab sakit maag. Hal tersebut dapat terjadi saat Anda mengunjungi sanak saudara atau teman yang jaraknya jauh dengan menunda waktu makan di perjalanan, sementara saat tiba di tempat tujuan pun belum tentu Anda langsung mengkonsumsi makanan.

Jika Anda memiliki riwayat sakit maag, jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan secara rutin. Siapkan bekal makanan atau cemilan yang cukup bila bepergian agak jauh agar perut tetap terisi asupan makanan. Selain itu, hindari juga makanan yang dapat memicu meningkatnya asam lambung seperti makanan bercitarasa asam, pedas atau mengandung santan.

 

Komentar Artikel Waspadai Efek Negatif Pasca Lebaran
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI