KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 18 Juni 2019 12:44:33
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Pulang kampung atau yang lebih dikenal dengan istilah mudik merupakan tradisi rutin yang dilakukan umat muslim Indonesia, terutama yang merantau, menjelang lebaran tiba. Saat mudik tersebut, tentunya seluruh keluarga akan diboyong termasuk anak-anak, untuk mengenalkan mereka pada keluarga yang jarang mereka temui. Membawa anak ikut serta mudik sebetulnya menyenangkan namun juga membuat kekhawatiran tersendiri terutama bagi Anda yang menempuh waktu lama melalui perjalanan darat maupun laut. Satu hal yang pasti dialami oleh anak-anak saat mudik adalah kelelahan, namun tak jarang ada beberapa akibat yang tak kalah penting seperti berikut ini:

 

1. Diare

Penyebab diare pada anak sangat beragam seperti infeksi virus, bakteri, parasit, jamur, alergi makanan, intoleransi makanan, obat, peradangan saluran cerna atau penyakit lainnya. Meski demikian, sebagian besar kasus diare pada anak disebabkan oleh virus, yaitu rotavirus. Virus ini berhubungan dengan tingkat kebersihan tangan, makanan, air dan tempat tinggal, yang dapat terjadi selama perjalanan mudik. Jangan dulu panik jika anak Anda mengalami diare, tapi lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • Rehidrasi, yaitu pemberian cairan yang cukup serta mengatasi dehidrasi.
  • Pemberian seng (zinc) untuk memperbaiki vili usus anak yang rusak.
  • Menjaga asupan nutrisi selama anak menderita diare.
  • Jika perlu, gunakan antibiotik secara selektif untuk kasus tertentu.

2. Demam

Jika sepulangnya mudik anak mengalami demam ringan, namun masih terlihat aktif dan mau minum air dengan cukup, penanganan demam dapat dilakukan di rumah. Kebanyakan kejadian demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-7 hari tanpa penanganan khusus. Cara lain untuk menangani demam anak di rumah adalah dengan memastikannya tidak kekurangan asupan cairan, istirahat yang banyak, serta mengkonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

3. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan pada anak dapat terjadi karena virus, bakteri, infeksi, asap rokok, polusi kendaraan, serta udara yang terlalu dingin dan kering. Semua faktor tersebut dapat terjadi selama perjalanan mudik lebaran. Jika anak Anda mengalami radang tenggorokan, ada beberapa hal untuk menanganinya antar lain memberikan parasetamol, menjaga asupan cairan jangan sampai kurang, memberikan obat batuk bila gejalanya mengganggu aktivitas anak, memberikan obat antimuntah bila anak merasa mual serta memberikan suplemen berupa vitamin jika diperlukan.

4. Konstipasi

Salah satu efek mudik yang dapat terjadi pada anak adalah sembelit atau konstipasi, yaitu ketidakmampuan mengeluarkan tinja secara sempurna. Hal tersebut dapat diketahui dari kerasnya perut akibat penumpukkan massa tinja, berkurangnya frekuensi buang air besar yang tidak seperti biasanya, tinja lebih keras, bentuknya lebih besar dan saat mengeluarkannya terasa nyeri dibanding saat normal. Penyebab konstipasi pada anak saat mudik antara lain karena menahan buang air besar di perjalanan, kurang serat pada makanan yang dikonsumsi, kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh, efek samping obat, atau bisa juga karena anak dalam kondisi tidak fit saat mudik. Konstipasi pada anak dapat diatasi dengan beberapa cara, antara lain dengan memberikan makanan yang mengandung probiotik seperti yoghurt, memberikan makanan berserat tinggi seperti sereal, roti gandum, sayuran dan buah, bisa juga dengan memperbanyak asupan cairan serta banyak bergerak agar membantu kinerja usus dalam mengeluarkan tinja. Jika cara-cara tadi belum berhasil Anda bisa juga menggunakan obat pelunak tinja, namun hal tersebut harus dengan pengawasan dokter.

5. Ruam popok

Bagi Anda yang memiliki balita, biasanya anak akan memakai popok sekali pakai yang tahan seharian untuk kepraktisan. Saat mudik dengan ruang gerak yang terbatas di dalam kendaraan, daerah pantat dapat terjadi kondisi lembap yang memudahkan tumbuhnya jamur dan bakteri sehingga mengakibatkan terjadinya ruam popok. Bila anak Anda mengalaminya, ada beberapa cara untuk mengatasinya antara lain

  • Ganti popok dengan sabun dan air yang mengalir, namun sebelumnya pastikan tangan Anda bersih untuk menghindari infeksi pada kulit bayi Anda.
  • Bersihkan area popok dengan kapas dan air bersih hangat, jangan gunakan tissue basah yang mengandung alkohol.
  • Gunakan handuk yang lembut untuk mengeringkan pantat bayi Anda dan tepuk pantatnya sampai kering betul-betul agar tidak mengalami iritasi.
  • Oleskan salep atau krim pada bagian yang mengalami ruam, dengan salep atau krim yang mengandung zinc oxide.

Nah, dengan mengetahui efek mudik pada anak-anak serta cara mengatasinya, Anda tidak perlu ragu lagi bila kelak melakukan perjalanan jauh kembali bersama anak-anak Anda.

Komentar Artikel Efek Negatif Mudik Pada Anak-anak
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI