KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 22 Mei 2018 14:47:36
by MelindaCare, via Artikel Ibu Hamil

Bolehkah ibu hamil berpuasa Ramadhan? Selama bulan ramadhan ini tentunya banyak ibu ibu yang sedang hamil bertanya -tanya, apakah saya boleh berpuasa ?  Apakah tidak mengganggu perkembangan janin saya ? Apakah saya akan kuat menjalani puasanya ?

 Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa ada baiknya anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan. Dengan mengetahui perkembangan janin , maka dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan puasa atau menunda. Hasil pemeriksaan riwayat kesehatan yang baik tidak akan membahayakan kesehatan anda dan janin meskipun anda berpuasa. Dalam sebuah penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan kondisi dirinya dan janin sehat berpuasa tidak akan mengakibatkan gangguan kelahiran, perbedaan berat badan mungkin saja terjadi tetapi bukan hal yang harus dipermasalahkan karena bisa saja dipengaruhi faktor lain, selain puasa ketika masa kehamilan.

Konsultasikan pula riwayat kesehatan anda selama kehamilan. Umumnya dokter atau bidan akan mempertimbangkan pertambahan berat badan pada trimester pertama hingga ketiga. Selain itu faktor yang dipertimbangkan adalah kesehatan anda, untuk anda yang mengalami anemia, pendarahan, tekanan darah abnormal, dan diabetes maka tidak disarankan untuk berpuasa.              

Namun demikian, Anda yang sedang dalam trimester pertama kehamilan sebaiknya tidak berpuasa. Hal ini karena trimester pertama kehamilan kadar hormon kehamilan (beta-HCG) masih cukup tinggi. Akibatnya, ibu hamil kerap merasa mual, kembung, dan lemas. Kadar hormon beta-HCG akan berkurang  jika Anda kerap buang air kecil. Dalam kondisi berpuasa Anda akan jarang buang air kecil secara teratur, sehingga kadar hormon beta-HCG dalam darah meningkat drastis sehingga mual, kembung dan lemas akan lebih hebat.

Yang harus diperhatikan ibu hamil selama puasa adalah :

-              Aktivitas fisik

Perubahan fisik yang dialami anda terkadang mengganggu apalagi pada trimester pertama kehamilan yang mengakibatkan morning sickness, pusing, dan gangguan lainnya. Penting untuk anda mengontrol aktivitas sehingga tidak kelelahan. Kondisi yang menyebabkan anda lelah dan tertekan pada pekerjaan yang membebani anda memicu stress. Munculnya stress akan menganggu perkembangan janin anda.

-              Asupan gizi seimbang

Pada saat berpuasa, waktu untuk menambah nutrisi janin adalah ketika sahur dan berbuka. Jangan sia-siakan kedua waktu tersebut. Karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak merupakan paket penting yang harus anda penuhi ketika sahur atau berbuka. Anda dapat memilih asupan nutrisi dari jenis yang beraneka ragam setiap harinya untuk mengurangi rasa bosan terhadap sayur dan buah. Semua jenis sayur dan buah aman dikonsumsi akan tetapi perhatikan juga porsinya.

-              Cairan

Sepanjang hari anda tidak mengkonsumsi makanan apapun, sedangkan aktivitas sehari-hari tidak bisa anda tunda. Cairan tubuh dapat diperoleh dengan mengkonsumsi air sebanyak 8 gelas setiap hari. Jus buah dan sayur bisa anda konsumsi disela sela berbuka atau penutup sahur.

Saat sahur

Pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Cukupi asupan protein dengan mengonsumsi protein hewani seperti daging atau telur, juga protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama. Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C  dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.

Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat sederhana, karena akan merangsang tubuh untuk memproduksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah justru menurun dengan cepat, sehingga Anda cenderung merasa lemas, tidak bertenaga, dan pusing

Usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter.

Saat berbuka

Awali dengan makanan  manis untuk mengembalikan kadar gula darah. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana dalam jumlah tinggi yang mudah dicerna seperti  kurma, agar kadar gula darah yang turun setelah seharian berpuasa kembali normal. Selain itu, kurma juga kaya zat besi yang membantu menjaga kadar hemoglobin dalam darah ibu hamil. Lanjutkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat makan malam. Selain itu, konsumsi banyak cairan untuk menjaga volume darah yang akan mengangkut oksigen dan zat gizi untuk janin dan mencegah sembelit.

Satu hal lagi, hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung. Semoga informasi seputar bolehkah ibu hamil berpuasa Ramadhan ini bisa menjawab permasalahan Anda.

Oleh : Lula Adilia, dr.,Sp.OG

 

Komentar Artikel Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa Ramadhan?
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI