KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 20 Maret 2018 10:34:55
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Gadget dan anak, jaman sekarang sepertinya sangat sulit untuk dipisahkan. Tidak sedikit bahkan anak-anak yang mulai ketergantungan pada gadget. Padahal jika sudah memasuki tahapan ini bisa berbahaya bagi tumbuh kembangnya termasuk psikologinya.

Beragam resiko terhadap anak yang terpapar Gadget tentunya akan membuat orang tua cukup khawatir dan cemas. Namun melarang penggunaan Gadget juga bukan merupakan langkah yang bijak, mengingat masa depan anak-anak kita adalah teknologi. Membuat mereka buta teknologi akan membuat anak kita terpinggirkan dari lingkungannya.

Orang tua sangat berperan penting dalam membantu anak dan remaja memilih media yang akan dikonsumsi oleh mereka. Orang tua bertanggung jawab apakah media ini akan berefek positif atau negatif pada kehidupan anak - anak mereka. Orang tua dapat menerapkan batasan - batasan untuk memastikan anak-anak mereka memiliki pengalaman menggunakan media secara positif. Kuncinya adalah memiliki kesadaran dalam penggunaan media.

Masalah akan timbul manakala media digunakan sebagai pengganti dari aktivitas fisik, kegiatan yang berkaitan dengan alam, atau pengganti hubungan sosial di dunia nyata. Latih anak untuk memanfaatkan Gadget  dengan cerdas (smart), waspada (alert) dan tidak mudah tergoda (strong). Bekal ini akan dapat berguna bagi anak sampai dia dewasa.

Be Smart

Anak dapat kita latih untuk memanfaatkan Gadget secara cerdas. Banyak informasi yang dapat diakses, membuat kemungkinan berita tidak benar menjadi terbuka lebar. Latih anak untuk memilih konten yang sesuai umur dari sumber yang kredibel. Ajarkan anak bahwa tidak semua yang ada di dunia maya adalah benar.

Untuk anak usia muda, konten dapat dipilihkan oleh orang tua. Memasuki masa sekolah, ajarkan anak untuk memilih konten yang tepat. Ajak anak untuk berdiskusi mengenai konten yang ingin dibaca/unduh. Apabila orang tua cukup sibuk, orang dapat memanfaatkan aplikasi pembatasan usia pada gadget dan jelaskan kepada anak anda mengapa hal tersebut dilakukan.

Be Alert

Latihlah anak untuk selalu waspada ketika akan memanfaatkan Gadget. Waspada pada diri sendiri dan juga waspada pada konten/informasi/program yang ada. Waspada pada diri terkait dengan kesadaran akan kondisi tubuh saat memanfaatkan gadget. Pada awalnya dapat dikenalkan dengan adanya jeda istirahat. Saat jeda, ajak anak untuk merasakan perubahan yang ada pada tubuhnya seperti kelelahan di mata dan otot.

Ajak anak untuk rasakan kebutuhan pribadinya seperti makan, minum, BAB/BAK. Selain perubahan fisik, ajak anak merasakan perubahan emosi dalam dirinya seperti mudah marah, mudah sedih ataupun berperilaku tidak sesuai. Waspada pada konten/informasi/program adalah ajak anak memahami alasannya adanya batasan usia dan ajak anak berdiskusi tentang apa yang ia buka saat menggunakan Gadget. Dorong anak untuk bertanya jika ia secara sengaja/tidak menginginkan atau membuka konten yang tidak sesuai dengan umur. Waspada terhadap konten juga terkait dengan waspada dengan informasi yang akan dibagikan melalui media.

Be Strong

Ajakan dari dunia virtual cukup besar. Mulai dari hal sederhana seperti iklan sampai ajakan yang mengarah pada kejahatan. Pada anak usia sekolah seringkali tuntutan untuk dapat mengikuti permainan yang  sedang popular diantara teman-temannya menjadi godaan yang  besar. Ajak anak berdiskusi kelebihan dan kelemahan suatu konten, sehingga anak terbiasa untuk berpikir rasional saat ada suatu ajakan.

Oleh karena itu American Academy of Pediatric (AAP) menurunkan beberapa panduan penggunaan Gadget, yaitu orang tua atau pengasuh harus memasukkan unsur kesehatanpendidikan, dan hiburan. Orang tua harus proaktif memikirkan dan menyaring media yang digunakan anak-anak mereka, serta harus sering berdiskusi mengenai konten media yang mereka konsumsi. Karena jika anak terlalu banyak mengonsumsi media, mereka akan kekurangan, atau bahkan kehilangan waktu untuk bermain, belajar, berinteraksi, atau istirahat. Hal yang paling utama adalah, orang tua harus menjadi pembimbing media bagi anak-anak mereka. Itu artinya, mengajari mereka cara menggunakan media sebagai alat untuk berkreasikomunikasi, dan alat untuk belajar.

 

Gadget dan anak, bagaimana menurut Anda? Apakah hal ini bisa ditolerir atau tidak? perlukah Anda memberikan gadget untuk anak? Silahkan sharing pendapat Anda di sini.

 

Oleh :

   Sitha K Suryaningrum, Psikolog

        Melinda Psychology Development Centre

Komentar Artikel Gadget dan Anak, Ini Cara Memperkenalkannya!
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI