KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Kamis 08 Maret 2018 15:09:01
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Pengobatan penyakit ginjal kronis ditujukan untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Penyebab dan berbagai keadaan yang menjadi yang memperburuk PGK harus segera ditangani. Misalnya : tekanan darah dan gula darah yang tinggi harus diturunkan seoptimal mungkin, infeksi dan batu saluran kemih harus segera diobati. Fungsi ginjal yang tersisa harus terus dipantau dan dilindungi secara baik untuk mengurangi progresivitas penyakit menjadi gagal ginjal kronis tahap akhir.

Bila penurunan fungsi ginjal dibiarkan, maka dapat terjadi Gagal Ginjal Terminal (GGT). Pada GGT, sisa sel ginjal yang ada tidak dapat menjalankan fungsinya, terutama untuk membuang racun dan air sampai ke tahap yang membahayakan tubuh. Pada tahapan inilah penderita memerlukan cangkok ginjal, atau terapi pengganti ginjal sampai pasien mendapatkan donor untuk cangkok ginjal. Biaya cangkok ginjal mencapai dua ratus juta rupiah, namun untungnya cangkok ginjal dapat dilakukan di Indonesia dengan menggunakan JKN. Setelah cangkok ginjal yang sukses, penderita dapat hidup seperti orang normal walau pun harus terus menggunakan obat yang menahan reaksi penolakan tubuh. Kesulitannya adalah mencari donor ginjal yang cocok serta ginjal tersebut harus benar benar sehat.

Sampai mendapatkan donor untuk cangkok ginjal, pasien GGT harus menjalani terapi pengganti ginjal. Terapi pengganti ginjal yang umum dilakukan di Indonesia adalah dengan menggunakan alat Hemodialisa (HD) atau dengan menggunakan cara Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

Hemodialisa atau yang dikenal oleh masyarakat awam sebagai “cuci darah”, merupakan proses penyaringan sisa - sisa metabolisme melalui selaput semipermeable di dalam dialiser mesin dialisis. Hemodialisa dilakukan dua sampai tiga kali seminggu di unit pelayanan kesehatan yang telah memiliki alat HD.

Dialisis dengan menggunakan membran perut (peritoneum) atau yang dikenal juga dengan CAPD memerlukan ketelatenan dan kedisiplinan, karena proses CAPD dilakukan tiga sampai empat kali sehari dan dilakukan sendiri oleh pasien atau orang yang merawat pasien.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kebanyakan penyakit yang menyebabkan PGK dapat dicegah atau dikendalikan. Jadi, sangat dianjurkan untuk mengobati penyakit, terutama yang dapat menyebabkan PGK secara optimal. Jalani kehidupan yang sehat, yaitu makan teratur, minum yang cukup, latihan fisik teratur, hindari pemakaian obat-obatan sendiri tanpa petunjuk dokter. Karena PGK tidak memiliki gejala yang khas pada stadium awal, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal rutin dan urine rutin secara berkala.

 

oleh : dr. Krisna Mulasimadhi, Sp.PD

Komentar Artikel Pengobatan Penyakit Ginjal Kronis
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI