KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Kamis 08 Maret 2018 15:04:18
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berbahaya dan sangat menguras biaya. PGK merupakan salah satu penyakit katastropik yang paling banyak dibiayai oleh Badan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini disebabkan karena, pasien dengan PGK tahap akhir akan menyebabkan pasien membutuhkan terapi pengganti ginjal, seperti cuci darah (hemodialisis) yang dilakukan hampir seumur hidup.

Padahal, PGK merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dan dapat diobati pada tahap awal. Namun, PGK tergolong jenis penyakit dengan gejala yang kurang jelas terutama pada stadium awal, sehingga tidak jarang pasien datang sudah dalam stadium lanjut dengan gejala berat. Penyakit ini dapat mengenai semua golongan umur, baik pria maupun wanita.

Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh dan memiliki banyak fungsi. Fungsi utama ginjal adalah sebagai organ ekskresi, dimana ginjal dapat membuang racun dan zat-zat hasil metabolisme tubuh yang tidak digunakan lagi dalam bentuk air seni. Selain itu, ginjal juga berperan untuk pengaturan jumlah air dalam tubuh, keasaman darah, elektrolit, dan tekanan darah, serta membantu produksi sel darah merah. Pada umumnya, setiap orang memiliki dua buah ginjal dengan lokasi di dalam rongga perut, di bawah tulang rusuk bagian belakang. Bentuk ginjal menyerupai kacang mede dengan berat masing-masing 150 gram dan berukuran kurang lebih 11 x 6 cm pada dewasa muda.

Penyakit Ginjal Kronis adalah bila terjadi kerusakan pada ginjal yang ditandai oleh adanya gangguan struktur maupun fungsi ginjal selama lebih dari 3 bulan. Berbagai penyakit dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis, bisa berasal dari ginjal itu sendiri (primer) seperti penyakit batu ginjal, infeksi saluran kemih, penumpukan asam urat dan penyakit ginjal polikistik (banyak rongga dalam ginjal).

PGK juga dapat disebabkan oleh penyakit di luar ginjal (sekunder), seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), kelainan autoimun misalnya penyakit lupus, serta penggunaan obat–obatan atau bahan kimia yang dapat meracuni ginjal.

Penyakit Ginjal Kronis umumnya berkembang secara perlahan, dan awalnya tidak memiliki gejala sama sekali. Stadium awal PGK, biasanya diketahui dari pemeriksaan darah di laboratorium saat melakukan Medical Check Up (MCU). Pada PGK stadium lanjut, dapat timbul gejala berupa bengkak badan yang terlihat pada kelopak mata saat bangun tidur atau pada kedua kaki setelah aktivitas pagi sampai siang hari, akibat terjadi masalah dalam proses pembuangan air dalam tubuh.

Bila sudah lebih parah, pasien dengan PGK dapat merasa mudah lelah, sesak napas, mual, muntah-muntah, nafsu makan menurun, gatal-gatal di seluruh tubuh, timbul perdarahan, bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran dan kejang-kejang akibat penumpukan racun. Pada pemeriksaan darah akan ditemukan : peningkatan kadar urea dan kreatinin, anemia (kurang darah), asidosis (peningkatan keasaman darah), kelainan elektrolit (garam tubuh) dan pada pemeriksaan air kemih ditemukan zat dan sel - sel yang abnormal. Dari hasil pemeriksaan Ultrasonografi (USG) akan didapatkan ukuran ginjal telah mengecil atau mengisut.

Oleh : dr. Krisna Mulasimadhi, Sp.PD

(dokter penyakit dalam RS Melinda 2)

Komentar Artikel Penyakit Ginjal Kronis, Kenali Lebih Jauh Yuk!
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI