KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Jumat 24 November 2017 10:57:29
by MelindaCare, via Artikel Bayi Anda

Vaksin wajib IDAI 2017 ini penting untuk para orangtua ketahui. Vaksin atau imunisasi bisa membantu memperkuat imunitas tubuh si kecil. Walaupun ada beberapa jenis vaksin yang bisa membuat si kecil demam, namun hal ini tentunya tidak menjadi masalah mengingat manfaat apa yang didapatkan setelah anak divaksin.

Lalu vaksin wajib apa saja yang direkomendasikan IDAI? Ini dia daftranya:

BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Imunisasi ini untuk mencegah bayi atau anak kecil terkena TBC. Ketika anak melakukan kontak dengan penderita TBC maka bisa membuatnya rentan terkena Mycobacterium Tuberculosis (penyebab TBC).

Kapan imunisasi BCG diberikan? Imunisasi ini diberikan untuk anak usia dibawah 3 bulan, namun akan lebih baik diberikan sebelum usianya 2 bulan. Jika lewat dari usia 3 bulan maka bayi disarankan menajlani tes Mantoux untuk mengetahui apakah ada kuman Mycobacterium Tuberculosis atau tidak di dalam tubuhnya.

Anak berusia tiga bulan lebih yang baru mendapatkan imunisasi ini pun harus melalui cara diinfus. Efek samping dari pemberian imunisasi BCG akan muncul bengkak pada ketiak, leher bagian bawah, pangkal paha, bahkan ada anak yang tidak mengalami efek samping apapun. Efek samping ini bisa sembuh tanpa diobati.

Hepatitis B

Imunisasi ini mencegah penyakit hepatitis B yang merupakan penyakit liver kronis. Penyakit ini bisa memicu terjadinya gagal liver dan kanker.

Kapan diberikan? Dosis pertama diberikan paling lama 12 jam setelah bayi terlahir. Dosis kedua diberikan antara usia satu hingga dua bulan. Jika bayi tidak mendapatkan imuniasi hepatitis B saat lahir maka anak masih bisa mendapatkannya dan Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Campak

Imunisasi ini tentu saja untuk mencegah penyakit campak. Waktu pemberian untuk dosis pertama di usia 9 bulan. Kemudian dosis kedua di usia 6 tahun.

Efek samping dari pemberian imunisasi campak bisa menyebabkan sakit ringan, bengkak pada lokasi suntikan, demam, dan ruam. Biasanya terjadi 24 jam setelah imunisasi.


Difteri, Tetanus, Pertusis (DTP)

Imunisasi ini merupakan kombinasi vaksin untuk melindungi anak dari difteri, tetanus, dan pertusis. Waktu pemberiannya di usia 2 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 15-18 bulan, dan usia 4-6 tahun.

Imunisasi ini bisa menyebabkan efek samping bengkak, kemerahan, demam, dan kehilangan selera makan dua hari setelah menerima suntikan.

Polio

Imunisasi yang mencegah penyakit polio. Diberikan saat usia bayi 2 bulan, 4 bulan, 6-18 bulan, 15-18 bulan, dan 4-6 tahun. Memiliki efek samping kemerahan pada daerah suntikan dan alergi.

Daftar Vaksin Tidak Wajib Tetapi Dianjurkan

Adajuga imunisasi yang tidak wajib tetapi tetap dianjurkan diberikan pada anak. Berikut daftarnya:

Hib (Haemophilus Influenzae Type B Conjugate Vaccine)

Imunisasi ini untuk mencegah penyakit Hib atau penyebab meningitis bakteri pada anak. waktu pemberiannya di usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12-15 bulan. Memiliki efek samping demam dan kemerahan di area suntikan.

Pneumokokus (PCV)

Imunisasi ini mencegah streptococcus pneumoniase yang bisa menyebabkan infeksi darah, infeksi telinga, meningitis, dan penumonia pada anak. waktu pemberiannya pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 12-15 bulan.

Memiliki efek samping demam rendah dan kemerahan di area suntik.

Influenza

Imunisasi ini diberikan pada usia 6 bulan, dalam waku satu tahun sekali. Memiliki efek samping demam, nyeri, kemerahan atau bengkak pada area suntikan.

Campak, Gondong, Rubella (MMR)

Imunisasi ini mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella. Namun kini pemerintah Indonesia menggantinya menjadi MR, campak dan rubella saja.

Diberikan pada anak usia 12-15 bulan, dan 4-6 tahun. Memiliki efek samping ruam, demam ringan, nyeri sendi, dan bengkak pada leher.

Hepatitis A

Melindungi dari Hepatitis A, penyakit yang menyebabkan peradangan liver. Waktu pemberian pada usia 12 - 23 bulan, lalu dosis kedua pada 6 bulan setelah diberikan dosis pertama.

Memiliki efek samping rasa sakit pada area injeksi, sakit kepala, tidak nafsu makan, dan lelah.

Varisela

Mencegah cacar air. Beberapa anak yang telah divaksin bisa tetap terkena cacar air tapi biasanya sangat ringan dan sembuh lebih cepat. Resiko cacar air antara lain demam dan ruam parah. Komplikasi dari cacar air berupa infeksi bakteri pada kulit, bengkak pada otak, dan pneumonia.

Diberikan pada usia 12 - 15 bulan, dan  4 - 6 tahun. Memiliki efek samping bengkak di area suntikan, demam ringan, dan ruam.

Tifoid

Mencegah infeksi tifoid yang dapat mengakibatkan komplikasi serius. Bila tidak terjadi komplikasi, setidaknya anak membutuhkan waktu 2 minggu untuk pulih. Ada dua jenis vaksin untuk mencegah tifoid. Satu dalam bentuk vaksin tidak aktif yang diberikan dalam bentuk suntikan. Jenis yang kedua berupa vaksin aktif yang diberikan secara oral.

Diberikan pada usia 2 tahun dan dosis berikutnya setiap tiga tahun. Memiliki efek samping demam, sakit kepala, kemerahan atau bengkak pada area suntikan.

Jika anak Anda telat mendapatkan imunisasi maka bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak untuk mengejar ketinggalannya. Semoga info seputar vaksin wajib IDAI 2017 ini membantu Anda. 

Komentar Artikel Vaksin Wajib IDAI 2017
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI