KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Jumat 22 September 2017 11:53:31
by MelindaCare, via Artikel Relationship

Penyebab susah hamil bisa disebabkan banyak hal. Secara umum, infertilitas berhubungan dengan kondisi fisik, proses dan waktu :

1. Kondisi Fisik

Infertilitas sangat ditentukan oleh kondisi fisik suami dan istri. Hal-hal ini berhubungan dengan proses pembentukan serta kualitas sperma atau sel telur. Testis dapat menghasilkan 100-200 juta sel per hari atau 1 triliun sel selama hidup. Pematangan sperma terjadi kurang lebih 70 hari.

Sedangkan indung telur secara alami hanya menghasilkan 1 sel telur setiap bulan. Bila tidak dibuahi, maka sel telur itu akan mati dan turun pada saat haid.

Keberhasilan proses pembuahan antara sel telur dan sperma sangat dipengaruhi oleh kualitas masing-masing.

Sel telur wanita berubah sejalan dengan usianya, dari usia 20-an, 30-an dan 40-an ke atas. Perubahan ini akan membuat tingkat keberhasilan dalam kehamilan semakin kecil. Kesuburan wanita sebagian besar ditentukan oleh kualitas sel telur, bukan kuantitasnya. Sementara itu, nampaknya pria bisa menjadi ayah sampai usia tua karena pria memiliki jam biologis walau tidak sedramatis sel telur.

Faktor infertilitas seorang laki laki yang paling utama dan terpenting adalah kualitas sperma good condition or bad condition. Kualitas dari sperma yang dalam kondisi sehat dan bisa untuk membuahi ditentukan oleh faktor makanan, olahraga dan gaya hidup yang teratur. Kebiasaan merokok dan minum alkohol sudah terbukti mengurangi kualitas kesuburan. Oleh sebab itu supaya sperma laki laki mempunyai kondisi yang sehat dan berkualitas, anda perlu menjaga dan meningkatkan kualitas sperma

Selain itu beberapa kelainan genetika dapat berpengaruh pada kesuburan terutama yang berhubungan dengan anatomi kelamin dan sistem hormonal pada suami maupun istri. Penyakit tertentu, misalnya infeksi pada saluran kelamin, varicocel pada pria, kista ovarium, mioma uteri pada wanita, dapat menghambat kehamilan.

Selain yang telah disebutkan, menurut penelitian,bahwa kegemukan dapat mempengaruhi kesuburan, pada wanita yang kegemukan terdapat kelainan pada sekresi hormone gonadotropin oleh kelenjar hipofisis, kelainan ini pada akhirnya mempengaruhi produksi hormon estrogen dan progesterone.

Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia dan polusi tinggi juga dapat mengurangi kualitas kesuburan dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu kualitas dan proses kesuburan.

2. Proses

Pasti Anda sudah tahu, kehamilan terjadi ketika sel sperma dari pria bertemu dengan sel telur dari wanita. Proses inilah yang dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana cara sel sperma dan sel telur bertemu ? Ini bukanlah proses yang sederhana, bahkan membutuhkan waktu yang lama.

Sel telur diproduksi oleh indung telur atau ovarium wanita. Setiap bulan wanita akan melepaskan satu sel telur yang sudah matang dari salah satu ovarium yang dimiliki wanita. Proses ini disebut ovulasi. Setelah sel telur dilepaskan, sel telur akan melewati tuba falopi  (saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim) yang memiliki panjang sekitar 10 cm menuju rahim Anda.

Sel telur ini rata-rata dapat bertahan hidup sampai 24 jam semenjak dilepaskan. Sehingga, pada waktu ini, sel sperma harus membuahi sel telur agar terjadi konsepsi atau kehamilan. Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka sel telur akan hancur dan terjadilah menstruasi.

Berbeda dengan wanita yang melepaskan satu sel telur setiap bulan, pria dapat terus bekerja untuk menghasilkan sperma. Pembentukan sperma baru membutuhkan 2-3 bulan, kemudian sel sperma ini akan hidup selama beberapa minggu di tubuh pria.

Ya, tubuh pria secara teratur memproduksi sperma sepanjang hidup mereka, sehingga ia dapat melepaskan sperma sebanyak itu. Namun, walaupun pria mampu melepaskan sperma dalam jumlah yang banyak setiap ejakulasi, hanya satu sperma yang mampu membuahi sel telur wanita.

Terjadinya pembuahan dan kehamilan dimulai dengan masuknya sperma dalam saluran kelamin wanita dan bertemu dengan ovum atau sel telur di dalam saluran indung telur. Hasil pembuahan (embrio) itu digerakkan menuju rahim untuk berkembang di dalamnya.

Berhasil atau tidak proses kehamilan sangat dipengaruhi beberapa hal yaitu:

  • Kelainan anatomis, seperti kelainan pada rahim atausaluran kelamin lainnya dapat mengganggu proses kehamilan.
  • Penyakit seperti myoma uteri, bukan saja menghalangi masuknya sperma, tetapi juga mengakibatkan proses perlengketan embrio pada rahim terganggu.
  • Perlengketan atau tertutupnya tuba falopii dapat terjadi karena infeksi dan peradangan, atau tumbuhnya jaringan ikat.

 

3. Waktu

Sel telur hanya dihasilkan satu kali setiap bulannya dan umurnya pun pendek. Sehingga pengetahuan mengenai masa subur menjadi hal yang sangat penting.

Untuk mengetahui masa subur dapat dilakukan beberapa cara :

  • Metode kalender. Dalam menggunakan metode ini, perlu diketahui siklus menstruasi secara individual. Menstruasi seorang wanita rata-rata terjadi setiap 28-35 hari. Ovulasi terjadi pada 14 hari sebelum perkiraan menstruasi berikutnya. Pada wanita dengan siklus 28 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-14 (haripertama dihitung saat darah menstruasi keluar pertama kali setiap bulannya). Pada wanita dengan siklus 35 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-21. Cara ini kadang tidak tepat, karena perkiraan menstruasi berikutnya bisa saja meleset.
  • Pengukuran suhu tubuh. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan thermometer pada mulut setiap pagi hari, mulai hari pertama menstruasi sebelum melakukan aktivitas. Ovulasi terjadi bila terdapat kenaikan 0,2-0,4°C dari rata-rata suhu tubuh normal (36-37°C).
  • Pemeriksaan lendir rahim atau mulut rahim. Pemeriksaan dilakukan pada pagi hari setelah menstruasi berakhir. Masa subur ditunjukkan adanya lendir jernih dan elastis pada kelamin luar wanita. Pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan bila wanita tersebut baru saja melakukan hubungan seksual
  • Pemeriksaan hormone LH (Luteinizing Hormone) Hormon yang mempengaruhi proses ovulasi. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan kadar LH dalam urin. Inilah salah satu penentuan yang paling akurat. Namun pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pada prinsipnya, diperlukan peranan yang sama besar dari pasangan suami maupun istri. Dibutuhkan kesabaran ekstra karena kesempatan untuk hamil hanya ada satu kali selama periode satu bulan. Dalam usaha mendapatkan kehamilan, diperlukan konseling, terutama bagi pasangan yang memiliki masalah seksualitas. Untuk beberapa kasus, diperlukan juga tindakan medis. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan masa subur istri karena melakukan hubungan intim pada masa subur memberi peluang yang lebih besar untuk hamil. Usaha yang tidak kalah penting adalah mengkonsumsi makanan yang seimbang, sehat, dan bergizi.

Semoga info seputar penyebab susah hamil ini bisa menambah informasi Anda. Bagi Anda yang ingin berkonsultasi lebih dalam mengenai program kehamilan dan masalah fertility maka bisa langsung datang ke Morula IVF Melinda Bandung di RSU Melinda 2, jl. Dr. Cipto No. 1 Bandung.

Oleh: dr. Hermin Widjaja, SpOG

Komentar Artikel Ini Dia Penyebab Susah Hamil
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI