KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 19 September 2017 14:23:21
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat ditunda dan harus dipenuhi tiap hari. Dalam prakteknya, makanan yang dikonsumsi harus aman, bermutu, dan bergizi. Makanan yang tidak aman menyebabkan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian.

Diperkirakan 1,8 juta manusia meninggal disebabkan diare dan sebagian besar kasus berhubungan dengan makanan dan air yang terkontaminasi oleh mikroorganisme atau bahan berbahaya. Dalam 20 tahun terakhir penyakit yang disebabkan konsumsi makanan yang tidak aman meningkat. Perubahan pada demografi, gaya hidup, proses produksi, ekonomi dan evolusi mikroba merupakan faktor resiko yang meningkatkan insiden penyakit yang ditularkan melalui makanan.

The World Health Organization (WHO) pada tahun 1990 mengembangkan Ten Golden Rules for Safe Food Preparation, yang disederhanakan pada tahun 2001 menjadi Five keys to safer Food . Aturan ini bertujuan untuk  menurunkan angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh makanan dan air yang tercemar yang dikenal dengan foodborne disease.

Food safety (keamanan makanan) diartikan sebagai kondisi makanan aman untuk dikonsumsi, bebas dari bahaya biologi atau mikroorganisme yang membahayakan, bebas cemaran fisik dan bebas cemaran kimia. Suatu makanan dikatakan aman, apabila bebas dari bahaya yang ditimbulkan akibat dari cemaran tersebut. Kata bebas dalam hal ini tidak selalu berarti tidak ada sama sekali, karena berbagai alasan beberapa bahan tersebut tidak dapat dihilangkan dengan seksama, namun melalui berbagai penelitian dan pengkajian nasional dan internasional ditetapkan standar atau batas maksimal keberadaan dari masing-masing bahan tersebut.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FOOD SAFETY

Makanan yang aman adalah makanan yang tidak mengandung mikroorganisme, bahan kimia, dan bahan fisik yang berbahaya. Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil, sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme yang berbahaya terdiri dari parasit (protozoa dan cacing), virus, dan bakteri patogen yang dapat tumbuh dan berkembang di dalam bahan makanan, sehingga dapat menyebabkan infeksi dan keracunan pada manusia.

Mikroorganisme dapat berada dimanapun, namun sebagian besar ditemukan pada feses, air,  binatang peliharaan, bagian tubuh manusia (mulut, hidung, usus, tangan dan kulit). Mikroorganisme dapat berpindah dari suatu permukaan ke permukaan lain disebut dengan kontaminasi, dan dapat menyebar melalui makanan dan air. Mikroorganisme membutuhkan media yang tepat untuk berkembang biak. Makanan terutama daging, seafood, nasi, pasta, susu, keju dan telur merupakan media yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme.

Satu bakteri dapat berreplikasi menjadi 2 dalam 15 menit, ini berarti 1 bakteri dapat bereplikasi menjadi 16 juta dalam 6 jam. Beberapa bakteri patogen juga dapat menghasilkan toksin (racun), sehingga jika toksin tersebut terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan intoksikasi, yaitu kondisi dimana toksin sudah terbentuk di dalam makanan atau bahan makanan, sehingga merupakan keadaan yang lebih berbahaya. Sekalipun makanan atau bahan makanan sudah dipanaskan sebelum disantap, toksin yang sudah terbentuk masih tetap aktif dan bisa menyebabkan keracunan meski bakteri tersebut sudah tak ada dalam makanan.

Cacing diketahui terdapat pada daging atau hati sapi. Adanya cemaran cacing tersebut akan mengakibatkan infeksi pada manusia jika mengkonsumsi daging atau hati sapi yang tidak dimasak dengan baik.

     Selain mikroorganisme penyakit food-borne disease dapat disebabkan oleh bahan kimia antara lain toksin, logam berbahaya, zat kimia seperti pestisida, zat kimia untuk pembersih dan zat kimia yang ditambahkan ke dalam makanan sebagai zat additive.

FOOD BORNE DISEASE

Food-borne disease adalah penyakit yang disebabkan oleh makanan atau air yang terkontaminasi mikroorganisme atau zat berbahaya. Gejala utama food-borne disease adalah sakit perut, muntah dan diare. Gejala food-borne tergantung dari penyebab. Gejala dapat terjadi sangat cepat setelah memakan makanan atau beberapa hari atau minggu setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Sumber Kontaminasi :

  • Sumber bakteri yaitu manusia, udara, makanan mentah, hewan, serangga, buangan, debu dan kotoran, dan air yang tidak untuk diminum.
  • Manusia membawa bakteri di rambut, telinga, hidung, tenggorokan, usus dan kulit, terutama tangan.
  • Batuk, bersin dan meludah akan memindahkan bakteri.
  • Makanan mentah yang mungkin mengandung bakteri yaitu daging, unggas, buah dan sayuran (terutama sayuran dari dalam tanah), ikan, kerang.
  • Bakteri dari berbagai sumber dapat dipindahkan pada makanan melalui kontak langsung.
  • Permukaan tempat kerja, pisau, pakaian dan tangan yang tidak dicuci merupakan pembawa untuk memindahkan bakteri ke makanan (kontak tidak langsung)
  • Benda-benda dapat menkontaminasi makanan selama tahap-tahap proses produksi
  • Bahan kimia, termasuk pestisida, pemutih dan bahan pembersih lainnya dapat mengkontaminasi makanan apabila tidak digunakan dengan hati-hati.

Bagaimana Upaya menjaga makanan tetap aman ?

Tindakan preventif berupa pencucian yang dilanjutkan dengan pemanasan (memasak sampai matang) merupakan beberapa kebiasaan positif yang perlu ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi atau menurunkan jumlah cemaran bakteri.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam penyiapan makanan yang berkaitan dengan proses penyiapannya adalah penerapan prinsip-prinsip cara pengolahan makanan yang baik (CPMB), meskipun dengan cara-cara yang sederhana :

  1. Sanitasi dan higiene.

Kebersihan pada setiap tahapan proses pengolahan, yang dimulai dari persiapan dan penyediaan bahan baku, pemakaian air bersih, tahapan pengolahan, dan pasca pengolahan (pengemasan dan penyimpanan) makanan merupakan langkah penting untuk menghindari terjadinya infeksi dan intoksikasi.

  1. Sifat sinergi bahan makanan

Memanfaatkan secara maksimal sifat sinergisme antara bahan-bahan penyusun makanan tradisional yang dikombinasikan dengan penambahan asam untuk menurunkan pH (keasaman) produk. Seperti kita ketahui bahwa kunyit, jahe, lengkuas, dan bahan-bahan lainnya merupakan bahan tradisional yang diketahui mempunyai efek antibakteri atau antimikroba. Selain itu, sifat sinergisme ini juga merupakan usaha untuk menghindarkan penggunaan pengawet kimia.

  1. Menghentikan perkembangbiakan bakteri yang ada pada makanan

-Mencegah makanan yang kering menjadi lembab

-Bakteri tidak dapat tumbuh tanpa kelembaban

  • Simpan makanan pada suhu yang aman, simpan makanan dingin pada suhu di bawah
    5°C. Simpan makanan panas di atas 60°C.
  • Masak makanan hingga benar-benar matang
  • Usahakan tidak menyiapkan makanan sebelum diperlukan
  • Jangan menyimpan makanan pada zona suhu bahaya (60°C) lebih lama dari yang
    diperlukan.
  • Hindarkan memanaskan makanan kembali. Bakteri memerlukan makanan, kelembaban, kehangatan dan waktu untuk tumbuh.
  1. Membasmi bakteri dalam makanan
  • Cairkan makanan beku sepenuhnya sebelum memasak kecuali instruksi yang ada menyatakan sebaliknya.
  • Menjaga tempat kerja Anda tetap bersih mencegah kontaminasi makanan.
  1. Pembersihan alat
  2. Hygiene pribadi
  • Tutup rambut dan jangan sisir rambut dalam area makanan
  • Jangan menyentuh kulit, terutama mulut, hidung dan telinga
  • Tutup semua luka dengan sarung tangan tahan air yang bersih
  • Jangan memakai perhiasan, jam tangan, make up tebal dan parfume
  • Cuci tangan anda dengan sesering mungkin
  1. Pelayanan pada masyarakat

Penulisan label pada kemasan makanan, penulisan informasi tentang batas akhir penggunaan makanan (kadaluarsa), komposisi gizi penyusun makanan tradisional, komposisi zat gizi yang terkandung, bahan pengawet yang digunakan, informasi kehalalan, dan nama perusahaan atau industri rumah tangga yang memproduksi.

Oleh : dr. Viramitha K.R, Sp.A, M.Kes

Komentar Artikel Amankah Makanan yang Diberikan untuk Anak Saya ?
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI