KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 19 September 2017 12:49:45
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Penyebab kencing manis dan pengobatannya ini penting untuk diketahui semua orang dan bukan hanya penderitanya.

“Saya bukan penderita kencing manis, hanya gula darah yang sedikit naik”

“Lebih baik mati daripada harus terus menerus suntik insulin”

“Saya harus dapat menerima bahwa saya adalah penderita kencing manis”

Marah, frustasi, takut dan depresi sering kali dirasakan diabetisi (penyandang kencing manis). Banyak orang menyangkal sewaktu mengetahui dirinya menyandang kencing manis, dan tidak mau menerima kenyataan bahwa ia harus menjalani kehidupan sebagai diabetisi. Bersikap emosional menghadapi penyakit serius memang wajar, tetapi bila sikap emosional menguasai akal sehat akan membuat pengendalian kencing manis menjadi tidak efektif. Atasi sikap emosional dengan merubah rasa tidak berdaya menjadi rasa percaya diri.  Rasa percaya diri akan dapat dibangun bila diabetisi mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai kencing manis.

 

Apa Pentingnya Mengenal Kencing Manis ?

Kementerian Kesehatan Indonesia menyebut penyakit kencing manis sebagai salah satu penyakit katastropik. Istilah ini mewakili sifat penyakit yang setara dengan bencana atau malapetaka. “Penyakit yang high cost, high volume dan high risk” yang menyebabkan banyak para penentu kebijakan mengkhawatirkan terjadinya pembengkakan biaya penyakit dan komplikasinya. Kencing manis merupakan salah satu penyakit kronik, dimana proses penyakit berjalan secara perlahan dan terus menerus serta dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam kualitas hidup dan nyawa penyandang kencing manis. Meskipun kencing manis merupakan penyakit kronik, tetapi apabila diabetes mampu mengenali, memahami dan melaksanakan pilar - pilar pengelolaan kencing manis dengan baik, maka kencing manis akan dapat dikendalikan, komplikasi dapat dicegah dan kualitas hidup akan menjadi lebih baik.

 

Apa Itu Kencing Manis ?

Kencing manis atau diabetes dan dikenal juga sebagai penyakit gula merupakan kelainan metabolisme tubuh dalam mengurai karbohidrat, ditandai dengan kenaikan gula darah akibat kurangnya kadar  insulin, kurangnya kerja insulin di dalam tubuh, atau keduanya.

 

Bagaimana Gejala Kencing Manis ?

Diabetesi (penyandang kencing manis) seringkali tidak merasakan adanya gejala dan seringkali datang berobat untuk keluhan komplikasi akibat kencing manis. Kecurigaan adanya kencing manis perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan seperti :

 

Keluhan klasik:

•             poliuria / peningkatan buang air kecil,

•             polidipsia / haus,

•             mulut terasa kering,

•             polifagia / sering lapar,

•             penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

 

Keluhan lain:

•             Lemah badan / rasa lelah yang berlebihan

•             gatal

•             kesemutan

•             luka yang sulit sembuh

•             disfungsi ereksi pada pria

•             pruritus vulva pada wanita,

•             penglihatan kabur,

 

Kapan Dikatakan Sakit Kencing Manis ?

Seseorang di diagnosis kencing manis berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena. American Diabetes Association (ADA) dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menyebutkan seseorang dikatakan kencing manis bila memenuhi salah satu kriteria di bawah ini :

1.            Pemeriksaan gula darah puasa ? 126 mg/dl. Puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam.

2.            Pemeriksaan gula darah ? 200 mg/dl 2 - jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram.

3.            Pemeriksaan gula darah sewaktu  ? 200 mg/dl dengan keluhan klasik.

4.            Pemeriksaan HbA1c ? 6,5% dengan menggunakan metode yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program (NGSP).

Hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi kriteria normal atau kriteria DM digolongkan ke dalam kelompok prediabetes.

 

Ada Berapa Tipe Kencing Manis ?

Kencing manis terbagi menjadi 4 tipe berdasarkan penyebab terjadinya, yaitu :

1.            Diabetes Tipe 1, disebabkan karena kerusakan atau kelainan genetic pada sel beta pankreas, sehingga tubuh kekurangan hormon insulin.

2.            Diabetes Tipe 2, disebabkan karena hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya.

3.            Diabetes gestational, merupakan kencing manis yang didapatkan pada saat kehamilan.

4.            Diabetes tipe lain, data disebabkan oleh defek genetik, Infeksi, obat-obatan atau zat kimia.

 

 

Apa Yang Terjadi Bila Terkena Penyakit Kencing Manis ?

Kenaikan kadar gula darah yang tidak terkendali dan berlangsung secara terus menerus dapat berdampak buruk terhadap organ tubuh lainnya seperti otak, mata, jantung, ginjal, pembuluh darah dan system saraf. Komplikasi dapat mengganggu kualitas hidup diabetisi, bahkan dapat menyebabkan kematian, sehingga perlu pengelolaan yang baik agar dapat mencegah terjadinya komplikasi dan menjaga kualitas hidup diabetisi.

 

Bagaimana Pengelolaan Kencing Manis ?

Kencing manis merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengendalian kencing manis tidak bisa hanya mengandalkan satu komponen saja, misalnya terapi obat saja. Pengelolaan kencing manis terpadu terdiri dari 5 pilar, yaitu 4 sehat 5 terpadu. Pengelolaan   kencing manis terpadu dapat meningkatkan kualitas hidup diabetisi, hidup seperti orang normal dan dapat memperlambat progresivitas komplikasi serta meminimalkan manifestasi komplikasi.

Pilar pengendalian kencing manis terpadu  (4 sehat 5 terpadu) ,terdiri dari :

1. Edukasi

                Diabetesi harus mau mencari dan memahami informasi terkait dengan kencing manis dan penanganannya. Informasi yang didapatkan harus dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Informasi bias didapatkan saat konsultasi dengan dokter, membaca artikel kesehatan, mendengarkan talkshow di radio atau televise mengenai kencing manis.

2. Pengaturan makan

                Diabetesi biasanya mempunyai rasa lapar berlebihan sehingga cenderung makan banyak. Konsumsi makanan berlebihan, terutama karbohidrat dalam satu kali makan akan memicu peningkatan radar gula darah.  Diabetes data mengkonsumsi makanan seperti orang normal, tetapi harus dapat mengendalikan pola makan dalam hal jumlah, jenis dan jadwal makanan yang dikonsumsi. Pola makan diabetes dikenal dengan istilah 3 J (Jadwal, Jumlah dan Jenis). Jumlah makanan adalah dengan mengatur kalori total dan kalori per kali makan. Jenis makanan perlu kombinasi dengan komponen tinggi serat dan indeks glikemik yang rendah. Jadwal makan diabetes biasanya 3 kali makan dan 3 kali selingan. Konsultasikan dengan dokter mengenai pola makan 3 J yang sesuai untuk kebutuhan diabetisi, karena pola makan dipengaruhi juga dengan kebiasaan dan kondisi penyakit yang dimiliki.

3. Aktivitas fisik

                Aktivitas fisik teratur bersifat aerobic pada diabetes terbukti dapat memperbaiki sensitivas insulin sehingga dapat mengendalikan kadar gula dalam darah. Jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang merupakan latihan yang bersifat aerobik. Frekuensi latihan dilakukan minimal 3 - 4 kali per minggu, masing - masing 30 menit. Konsultasikan dengan dokter mengenai kebutuhan aktivitas yang sesuai dengan kondisi diabetisi., karena kebutuhan aktivitas dan jenis olahraga setiap individu akan berbeda dan disesuaikan dengan kondisi penyakit yang dimiliki.

4. Pemberian obat - obatan

                Dokter anda akan memutuskan jenis dan dosis terapi yang paling sesuai untuk anda. Usia, berat badan, lama menderita kencing manis, komplikasi yang sudah terjadi, HbA1c dan risiko hipoglikemi akan menjadi pertimbangan dokter dalam pemberian terapi kencing manis. Dokter dapat memberikan hanya satu jenis obat oral, kombinasi dua atau lebih atau mungkin diberikan insulin. Pahami obat - obatan yang dikonsumsi, mulai dari fungsi, cara makan dan kemungkinan efek samping yang dapat terjadi.

5. Pemantauan gula darah

                Pemantauan gula darah harus dilakukan secara rutin. Ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan penyakit pada diabetesi.

 

Lalu…. Apa Yang Harus Dilakukan ?

Pengetahuan mengenai kencing manis dapat dengan mudah didapatkan di era digital ini, tetapi keberhasilan pengelolaan tidak ditentukan dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki. Keberhasilan pengelolaan kencing manis dapat tercapai apabila diabetisi dapat memahami dan menjalankan pengetahuan yang dimiliki.  Besar harapan penulis, tulisan ini tidak hanya sebatas selesai dibaca dan kemudian lupa.  Jalanilah semua pilar pengelolaan kencing manis sedikit demi sedikit, sehingga kualitas hidup diabetisi akan menjadi lebih baik dan pada akhirnya dapat mencegah terjadinya komplikasi dan ikut serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kencing manis. Mari bersama-sama KENALI… PAHAMI… dan JALANI pilar - pilar pengelolaan kencing manis, karena…. TOGETHER WE CAN DEFEAT DIABETES.

Semoga informasi seputar penyebab kencing manis dan pengobatannya ini bisa menambah wawasan Anda.

Oleh : Maya Kusumawati, dr., Sp.PD

Komentar Artikel Penyebab Kencing Manis dan Pengobatannya
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI