KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 29 November 2016 16:07:11
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Disiplin positif dalam pengasuhan ibarat long maraton. 
Dalam menumbuhkan seorang anak perlu ada keseimbangan peran ayah dan ibu. Keseimbangan peran ini akan membentuk anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, matang, dan utuh. Realitanya, posisi Ayah sering dianggap lebih bertanggung jawab sebagai ‘pencari nafkah’ sehingga seringkali dengan alasan tersita kesibukan bekerja membuat para ayah kesulitan menjalankan peran sebagai pendidik dalam keluarga.

Banyak anak yang tumbuh dengan ketidakseimbangan peran ayah dan ibu, terlebih pada anak yang kurang mendapat kasih sayang dari ayah, membuat anak tumbuh kesepian dan mencari figur pengganti ayah di luar rumah. Tidak sedikit anak dicap nakal padahal di balik kenakalan anak adalah bentuk mencari perhatian ayah atau ibu. Jika tidak cepat disadari, anak terus tumbuh dewasa tidak terarah dan berpeluang menjadi pemberontak yang sulit diatur di kemudian hari. Orangtua seringkali terlambat menyadari ketika anak tidak mempan ditakuti atau diberi nasehat, juga tidak bisa dikontrol lagi melalui pemberian hadiah.

Dalam disiplin positif, orangtua belajar untuk berespon dengan tepat dalam memberikan dukungan sebagai pelatih emosi pada anak melalui cara sederhana terlibat penuh bermain bersama anak.

Goklas Oyasujiwo telah dengan konsisten menerapkan manfaat bermain dengan empat buah hatinya dan membagi praktik pengalaman dan pengetahuan dalam workshop ayah bermain untuk melatih para ayah dapat menjadi sahabat terbaik bagi anak dan merasakan manfaat langsung perubahan perilaku anak ke arah disiplin positif ketika para ayah ditemani ibu meluangkan waktu bermain dengan anak.

Dengan bermain, orangtua akan memberikan jejak memori kebahagiaan pada anak dengan tertawa lepas bersama sekaligus melatih diri untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara, lebih banyak mengobservasi daripada memberikan banyak perintah. Anak dapat berkembang menjadi bahagia perasaannya, mudah diarahkan perilakunya karena merasa kebutuhan bermainnya dipenuhi, dan percaya diri menekuni apa yang menjadi minatnya.
Kegiatan bermain memakai strategi sederhana, yaitu:
* Menggunakan waktu yang singkat secara efektif
* Prakteknya cukup 30 menit per hari di rumah
* Menggunakan media apa yang ada di rumah, tidak perlu 
membeli
* Mudah dilakukan, menyenangkan, dan multi manfaat 
* Pilihan kegiatan dapat melibatkan sebesar mungkin seluruh 
kelengkapan diri, fisik + emosi + rasio + spiritual untuk 
membangun pribadi anak yang utuh

Komentar Artikel Pentingnya Ayah bermain dengan Anak
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI