KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Rabu 18 April 2018 08:42:35
by MelindaCare, via Artikel Anak Anda

Cara mendisiplinkan anak bukan berarti harus menghukumnya. Mungkin masih banyak orangtua yang memiliki pola pikir displin anak yang benar itu dengan hukumann fisik. Padahal hukuman apalagi berbentuk fisik bisa mempengaruhi psikologis anak sampai dewasa nanti.

Berikut beberapa cara mendisiplinkan anak yang salah dan sayangnya selama ini masih diterapkan para orangtua:

Berpikir satu gaya mendisiplinkan anak bisa cocok untuk semua anak

Jangan berpikir jika satu gaya mendisiplinkan anak akan cocok untuk anak-anak lainnya. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Ada anak yang menurut setelah mendapatkan teguran keras, ada juga anak yang harus dihadapi dengan nada lembut.

Jika Anda berpikir gaya mendisiplinkan orangtua lain bisa mengajari anak untuk disiplin, kali ini coba perhatikan kembali. Perhatikan apakah anak bisa mengikuti peraturan yang diterapkan dengan gaya displin Anda selama ini atau tidak? Jika tidak ada perubah, sudah waktunya untuk mengubah gaya disiplin Anda.

Jangan memberikan “pelajaran” berlebihan

Terkadang anak perlu diberi “pelajaran” agar bisa mengerti apa yang diperbuatnya salah. Memberikan pelajaran ini seringkali disalah artikan dengan memberikan hukuman fisik pada anak. Padahal diberikan pelajaran di sini tentu tidak berupa hukuman fisik,namun lebih kepada “pelajaran” seperti membawanya keluar Mall saat ia merengek di depan umum. Memberikan pelajaran pun baiknya jangan berlebihan, apalagi ketika Anda sedang bad mood.

Tidak konsisten

Saat Anda menerapkan sebuah peraturan, maka konsistenlah peraturan tersebut. Ketika anak melihat Anda tidak konsisten terhadap peraturan yang orangtuanya buat tentu bisa membuatnya sulit diatur. Mendisiplinkan anak sama juga dengan mendisplinkan diri Anda sendiri.

Jangan mengucapkan dan berpikir yang negatif

Banyak orangtua tanpa disadari sering mengucapkan sesuatu yang negatif pada anaknya. Misalnya: “Jika kamu tidak menjaga prilaku saat di Mall, nanti Ibu akan marah.”. Memberikan kata-kata negatif pada anak bisa mempengaruhi prilakunya saat dewasa nanti.

Dibandingkan berkata negatif, lebih baik mengucapnya kata-kata seperti : “Kita harus belanja di supermarket, dan Ibu membutuhkan bantuan. Jika kamu membantu Ibu, nanti kita akan makan es krim di perjalanan pulang ya.”

   Siapa yang ingin mendengarkan kalimat negatif? Begitu pun anak. Mendisiplinkan anak berarti menjaga anak dan membantunya untuk tumbuh menjadi lebih baik, sukses, dan bahagia.  

Komentar Artikel Cara Mendisiplinkan Anak Ini Ternyata Salah Loh
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI