KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Rabu 28 Agustus 2019 09:50:15
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

    Penyakit demam berdarah atau bahasa medinya disebut Dengue Hemorrhagic Fever menjadi salah satu penyakit infeksi terbanyak di dunia. Sebanyak 100 juta manusia diperkirakan terinfeksi demam berdarah setiap tahunnya. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

    Gigitan nyamuk tersebut menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan. Terdapat empat virus dengue yang dapat menginfeksi manusaia, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Beratnya penyakit ini pun terbagi menjadi tiga tingkay; Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Dengue Shock Syndrome (DSS).

    Sebagian besar anak yang terkena virus dengue akan mengalami Demam Dengue. Jika penderita mengalami tanda-tanda seperti perdarahan, maka disebut Demam Berdarah Dengue. Ketika penyakit tidak teratasi dan menyebabkan syok maka disebut Dengue Shock Syndrome (DSS).

Tanda dan Gejala Demam Berdarah

Tanda dan gejala demam berdarah tergantung pada tingkatan penyakitnya, seperti berikut ini:

Jika mengalami Demam Dengue (DD) saja:

  • Demam tinggi berlangsung 5-7 hari

  • Sakit kepala

  • Nyeri pada belakang mata (retro-orbital)

  • Nyeri pada sendi-sendi

  • Sering ditemukan juga gejala saluran pencernaan seperti mual, muntah dan diare

Jika gejala di atas ditambah dengan tanda-tanda perdarahan seperti bercak perdarahan di kulit, muntah darah, BAB berdarah (hitam/nerah) dan mimisan, maka dikatakan Demam Berdarah Dengue (DBD). Ketika penderita terkena DBD akan sangat berbahaya karena mengakibatkan kebocoran plasma darah dan penurunan jumlah keping darah/trombosit.

Penurunan jumlah trobosit akan menyebabkan kegagalan sirkulasi darah (syok). Umumnya keadaan ini muncul ketika demam sudah turun sehingga Anda harus mewaspadai fase ini. Jika tidak diatasi dengan segera maka akan mterjadi Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berakibat fatal. DSS memiliki tanda tangan dan kaki dingin, tekanan darah menurun, penurunan kesadaran dan bisa disertai perdarahan hebat.

Diagnosa

Unuk mengetahui diagnosa dan mengetahui perjalanan penyakit demam berdarah diperlukan beberapa pemeriksaan lab., di antaranya :

  • Hematokrit (akan meningkat)

  • Trombosit (akan sangat menurun)

  • Leukosit (dapat menurun)

  • Tes antigen (NS1)

  • Tes Serologi (IgM dan IgG antibodi untuk virus Dengue)

  • Foto rontgen dada dan pemeriksaan fungsi hati kadang dibutuhkan.

Pemeriksaan laboratorium biasnaya dilakukan setelah demam hari ke-3. Pada hari tersebut umumnya telah terjadi perubahan pada pemeriksaan darah yang dapat mengarah pada penyakit demam berdarah.

Penanganan Demam Berdarah

Jika anak menunjukkan tanda dan gejala penyakit demam berdarah, segera awa anak ke dokter. Terlebih jika anak mengalami demam dan tidak menurun dalam 3 hari. Pastikan anak mendapatkan minum lebih banyak saat demam.

Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue dan Dengue Shock Syndrome memiliki cara penanganan yang berbeda. Namun prinsip utama penanganan demam berdarah adalah mengganti cairan yang hilang dari pembulih darah serta mencegah terjadinya syok.

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk di pagi sampai sore hari karena nyamuk aedes aktif di siang hari. Adapun beberapa cara efektif untuk mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan dan pengendalian vektornya:

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

  • Memelihara ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) di tempat air seperti kolam, dan bakteri.

  • Fogging/ pengasapan menggunakan matathion dan fenthion.

  • Berikan bubuk abate pada tempat penampungan air.

Waspadai penyakit demam berdarah dan pastikan keluarga Anda aman serta terhindar dari penyakit ini.

Komentar Artikel Penanganan Demam Berdarah
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI