KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Kamis 24 Mei 2018 15:29:50
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Penyakit bayi baru lahir bisa berbagai jenis. Orangtua mana yang tidak akan panik ketika anaknya jatuh sakit, terlebih Anda yang baru menyandang gelar orangtua baru. Untuk mengurangi panik Anda ketika bayi sakit, ada baiknya mengetahui penyakit-penyakit pertama yang kemungkinan menyerang bayi Anda.

Batuk - Pilek

Batuk-pilek pada bayi disebabkan oleh banyak faktor, namun sebagian besar penyebabnya adalah virus. Dengan gejala hidung berair, kadang tersumbat, batuk dan demam, umumnya sembuh dengan sendirinya. Jika batuk-pilek disebabkan oleh bakteri, gejalanya lebih berat, selain disertai demam, tenggorokan akan berwarna merah, jika terus berlanjut akan berakibat komplikasi pada radang telinga tengah. Bayi pun harus diberi antibiotik.

Jika bayi banyak mengeluarkan cairan atau lendir dari hidungnya sehingga membuat nafas tersumbat, berikan obat tetes atau sedot cairan hidung menggunakan alat khusus. Satu hal yang perlu Anda ingat, cobalah obati penyebab penyakit ini terlebih dahulu. Jika disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, maka Anda harus meningkatkan pertahanan tubuh bayi.

Batuk-pilek pada bayi umumnya berlangsung sekitar lima hari. Jika panas tubuh bayi tidak turun hingga 2-3 hari, segera periksakan ke dokter. Berikan asupan nutrisi yang baik, terutama mengandung vitamin dan mineral, serta ASI.

Infeksi telinga

Penyakit ini dapat disebabkan batuk-pilek oleh virus secara terus-menerus, sehingga virus diam-diam masuk ke dalam saluran telinga. Infeksi telinga pun dapat disebabkan telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga menyebabkan radang saluran telinga tengah. Infeksi jenis ini memiliki gejala sakit pada telinga dan panas badan tidak turun selama 2-3 hari.

Segera periksakan ke dokter jika bayi mulai mengalami gejala tersebut, karena jika tidak ditangani gendang telinga bayi bisa meradang, pecah bahkan menimbulkan nanah. Jika nanah pecah dapat menyebabkan cairan berbau keluar dari telinga dan efek jangka panjangnya sistem pendengaran bisa menjadi rusak.

Sakit tenggorokan

Bayi yang menderita sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh kuman atau virus yang menyerang tenggorokan. Disertai dengan tanda-tanda tenggorokan berwarna merah dan dapat terlihat di bagian leher. Bayi juga terlihat kesakitan, sulit menelan dan rewel.

Dokter biasanya akan memberikan obat pengurang rasi sakit, vitamin dan dianjurkan mengkonsumi banyak makanan terutama sayur bening, jus buah serta ASI, jika penyebab sakit tenggorokan berupa virus. Sedangkan, jika penyebabnya kuman, dokter akan memberikan antibiotik, dapat berupa sirup atau puyer.

Batuk plus sesak nafas

Bayi dengan potensi alergi atau asma, penyakit batuk-pilek kemungkinan dapat menimbulkan sesak nafas. Batuk-pilek yang terjadi akibat kuman dan lama-lama menyebar ke paru-paru dapat mengakibatkan gejala radang paru-paru atau sesak nafas.

Tanda-tanda sesak nafas dapat dilihat secara fisik, dimana bayi bernafas melalui hidung, sehingga cuping hidung kembang-kempis, nafasnya cepat dan setiap kali bernafas dadanya akan cekung seperti ada yang menariknya dari dalam tubuh. Namun gejala-gejala ini harus diteliti lebih lanjut, jika sudah memasuki tahap serius, bayi harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Diare

Diare pada bayi bisa disebabkan banyak faktor, bisa melalui makanan yg tercemar kuman atau virus, alergi susu, sampai keracunan makanan. Gejala diare pada bayi terlihat ketika jumlah cairan buang air besar (BAB) lebih banyak dari cairan yang masuk. Frekuensi BAB pun lebih dari tiga kali sehari.

Jika diare disertai demam, penyebabnya paling sering adalah virus sehingga untuk mengatasinya tingkatkanlah daya tahan tubuh bayi. Berbeda dengan diare yang disertai muntah, biasanya disebabkan rangsangan ke dalam saluran pencernaan, bisa oleh kuman atau racun zat kimia.

Usaha pencegahannya, Anda dapat memberikan banyak ASI dan cairan lainnya, misalnya oralit, minuman mengandung ion atau mengandung probiotik, seperti yoghurt untuk keseimbangan kuman dalam perut. Hindari memberikan bayi obat pemampat feses atau tinja karena jika tinja mampat, kumam tidak akan mati bahkan berkumpul di dalam usus sehingga lebih baik dikeluarkan secara alami.

Untuk memastikan penyakit bayi baru lahir Anda tidak mengancam, ada baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter dan selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar bayi.

Komentar Artikel Penyakit Bayi Baru Lahir
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI